• printing termurah di bali

Printing Termurah di Bali

Akhir-akhir ini dunia digital printing semakin menjamur di Indonesia, tidak terkecuali di Bali. Semuanya berlomba menawarkan produksi mereka kepada pelanggan/konsumen dengan beragam cara dan promosi. Ada yang menawarkan promosi yang realistis dengan kondisi produk mereka, tidak sedikit yang hanya menjebak konsumen dengan iming-iming harga printing termurah di Bali tapi ternyata justru merugikan konsumen itu sendiri dan di Rinjani Printing Anda dipastikan tidak akan menerima iming-iming tersebut. Misalnya ada yang menawarkan printing termurah di Bali untuk cetak spanduk dengan harga Rp 25.000/meter, atau sticker dengan harga yang murah, dsb. Berangkat dari inilah penulis ingin sedikit berbagi dengan pembaca sekalian sekilas mengenai tips memilih digital printing (percetakan digital) yang termurah di Bali yang kami rangkum bersama printing terbaik di Bali, yaitu Rinjani Printing baik agar kebutuhan promosi Anda dijamin baik dan tidak mengecewakan.

Pertama, tanyakan terlebih dahulu pada saat memesan cetakan, jenis mesin apa yang dipakai oleh perusahaan digital printing yang murah di Bali(ngakunya) tersebut? Apakah memiliki resolusi yang cukup, cetakannya halus, tidak luntur, dan kualitas gambarnya tidak bergaris-garis sekalipun dilihat dari jarak dekat? Kalau mesinnya sedemikian kemampuannya, maka silakan memesan cetakan. Mesin-mesin yang bagus saat ini adalah Roland, Winjet, dan kalau ada UV. Sebagai catatan, saat ini banyak digital printing di Bali yang menggunakan mesin-mesin China. Perlu menjadi perhatian pembaca sekalian, kualitas cetakan mesin-mesin dari China umumnya dibawah rata-rata. Meskipun resolusinya tinggi, tapi pada saat mencetak banyak warna yang tidak presisi (tidak sesuai desain) dan akhirnya tidak sesuai dengan kebutuhan cetak yang kita inginkan.
Kedua, tanyakan jenis bahan apa yang mereka pakai (sehingga mengaku printing termurah di Bali)? Kalau untuk cetak spanduk biasanya menggunakan bahan flexy/frontlite. Frontlite ini juga berbeda-beda typenya, yang lebih bagus adalah yang bertekstur kasar dibelakangnya. Kenapa? Karena kalau frontlite yang lembut, sangat gampang sobek pada saat digantung di tempat pemasangan spanduk. Disamping jenis bahan, tak kalah penting adalah ketebalan bahannya. Untuk ketebalan frontlite, biasanya diukur dengan istilah “gsm”. Umumnya yang dipakai di Aceh berkisar 280 gsm s.d 340 gsm. Semakin besar gsm nya tentu semakin mahal harga bahannya. Namun demikian, ada juga digital printing yang memakai bahan sangat tipis, bahkan ada yang hanya 200 gsm. Nah, kalau bahan yang semacam ini sebaiknya Anda tunda dulu pesanan cetakannya. Kenapa? Karena kalau tetap dipaksa untuk dicetak, hasil cetakannya dijamin tidak memuaskan karena lekas sobek dan pada saat ada pantulan sinar matahari atau cahaya lampu yang terang, maka dari bagian belakang spanduk juga akan kelihatan, sehingga sulit untuk melihat mana bagian depan yang sebenarnya.

Sedangkan untuk sticker, bahan yang biasa digunakan adalah Vynil China, RITRAMA, Oracal, Graftact, dll. Yang paling bagus dan diminati oleh para desainer grafis biasanya Ritrama dan Oracal. Saran penulis, gunakan Ritrama. Meskipun harganya lumayan mahal, tapi dijamin kualitas lem-nya dan ketahanannya terhadap sinar matahari ataupun hujan tidak perlu diragukan. Tekstur bahannya pun lebih gampang untuk diaplikasikan di berbagai media, bahkan pada media yang melengkung sekalipun.
Selain spanduk dan sticker, yang tak kalah penting sering menjadi kebutuhan promosi adalah X-Banner atau Roll Banner. Khusus untuk cetakan model ini, sebaiknya menggunakan bahan yang bagus seperti Flexy Korea dengan ketebalan 440 gsm. Yang lebih bagus lagi yaitu bahan easy banner, tapi harganya lumayan mahal. Tapi kalau untuk X-banner yang tidak memerlukan jumlah banyak, sebaiknya lebih baik sedikit lebih mahal tetapi bisa tahan lama dan bagus kualitasnya daripada murah tetapi tidak menunjukkan sebuah promosi yang mewah. Tentunya hal ini tergantung untuk kebutuhan Anda. Yang perlu diingat, jangan gunakan bahan frontlite biasa kalau untuk X-Banner, kecuali untuk kebutuhan sementara saja misalnya untuk kegiatan pameran tiga hari atau lima hari.

Ketiga, pastikan apakah pesanan Anda itu bisa dikerjakan dalam waktu yang cepat? Sebab, ada digital printing tertentu yang menjanjikan siap dalam 2 jam atau pada hari itu (hari Anda pesan), tapi kenyataannya malah tertunda hingga berhari-hari dengan alasan mati lampu, dsb. Masalah yang satu ini biasanya sering terjadi pada perusahaan digital printing yang sudah lumayan maju, dan juga pada perusahaan digital printing yang (ternyata) tidak memiliki mesin sendiri (numpang ke mesin perusahaan lain).

Sebagai penutup, apapun kebutuhan promosi Anda, jangan tergiur dengan harga printing termurah di Bali. Tapi utamakan kualitas. Namun demikian, kalau ada digital printing yang berkualitas namun harganya relatif murah, tentu itulah pilihan terbaik, yaitu Rinjani Printing. Lebih baik Anda korbankan uang hanya puluhan ribu saja, daripada harus mencetak berkali-kali kebutuhan promosi Anda. Selamat mencoba.